Posts

Rok Mini vis a vis BBM

Image
Akhir pekan kemarin, seorang teman menanyakan kepada saya perihal persamaan antara rok mini dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Berbagai jawaban “liar” pun terlontar dan tak satupun dari kami yang bisa menjawab pertanyaan tesebut. Teman pun akhirnya memberikan jawabannya. Dengan tersenyum dia katakan bahwa antara rok mini dan BBM keduanya sama-sama naik. Rok mini naik dari lutut menuju paha sedangkan BBM naik mencapai batasan di mana subsidi tidak ada lagi sama sekali. Tak ayal jawaban tersebut membuat kami tertawa dan kesal. Tapi setelah saya renungkan, memang benar. Apalagi bila kita kaitkan dengan diskursus yang berkembang mengenai rok mini dan BBM belakangan ini. Mengurus rok mini Rok mini muncul ketika ketua DPR Marzuki Alie menghembuskan wacana mengenai akan adanya peraturan yang melarang penggunaan rok mini di DPR RI. Hal ini kemudian memunculkan perdebatan dan menjadi polemik di media massa nasional. Sejalan dengan upaya pelarangan terhadap penggunaan rok mini tersebut, pr...

Indonesia dan Orde Goro-Goro

Belakangan marak demo menolak kenaikan harga BBM di seantero Indonesia . Serangkaian chaos- pun turut mewarnai gerakan mahasiswa untuk menolak kebijakan rezim penuh citra tapi miskin karya ini (SBY-Boediono). Argumen dari mereka yang pro dan kontra juga membawa justifikasinya masing-masing. Sebelum merebaknya isu BBM, telah terungkap korupsi berjamaah yang dimotori oleh wakil dari partai penguasa (Partai Demokrat) yang sampai sekarang masih belum ada titik terang (penyelesaian). Perihal korupsi ini memang masih terus menghantui kehidupan berbangsa kita. Kaum kleptomania ini masih sulit untuk ditaklukan dan menyisakan pesimisme dalam benak rakyat. Kemudian, bila kita tarik kebelakang, rezim saat ini juga selalu diwarnai aksi protes oleh kelompok-kelompok yang sudah tidak bisa lagi menahan diam atas kebijakan yang tidak pro rakyat. Lihat saja demo buruh yang menuntut kenaikan upah sampai memblokir akses tol dan pelabuhan. Masalah perburuhan juga menghinggapi saudara kita yang beke...

Keterkaitan antara Kemiskinan dengan Perubahan Perilaku

Kemiskinan merupakan masalah klasik yang menghantui setiap manusia dan selalu menjadi masalah bagi manusia itu sendiri. Kemiskinan dipandang sebagai bagian dari masalah pembangunan, yang keberadaannya ditandai oleh adanya pengangguran, keterbelakangan, yang kemudian meningkat menjadi ketimpangan. [i] Kemiskinan kemudian dianggap sebagai momok yang menakutkan bagi kaum mapan dan merupakan sebuah realita pahit tentunya bagi orang-orang yang hidup dalam lingkar kemiskinan. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan seseorang berusaha untuk sebisa mungkin menghindari kemiskinan dan keluar dari belenggu kemiskinan. Kenyataan itu selanjutnya menyebabkan munculnya perilaku-perilaku tertentu baik itu positif maupun negatif dalam kehidupan bermasyarakat. Perilaku tersebut dipaksa muncul karena adanya anggapan bahwa hal tersebut merupakan jalan keluar untuk menghadapi kemiskinan tersebut. Perilaku positif yang dilakukan oleh mereka yang takut akan kemiskinan dan menderita akibat kemiskinan ya...

Menakar Kekuatan Calon Presiden 2014

Pemilihan presiden merupakan sebuah ajang bagi suatu negara untuk mencari dan mendapatkan pemimpin yang bisa menjalankan amanat konstitusi. Tak ubahnya ajang idol , agenda 5 tahunan ini juga mengharuskan para calon atau kandidat mendapatkan dukungan dan simpati dari segenap rakyat. Oleh karenanya serangkaian strategi politik pun diupayakan agar dapat dinobatkan sebagai presiden Republik Indonesia. Menurut penulis, pilpres 2014 nanti tidak akan jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kandidat masih akan didominasi oleh muka-muka lama yang masih penasaran duduk di kursi RI 1. Hal ini juga terlihat dari beberapa survey yang menempatkan politisi gaek masih mendapatkan dukungan yang besar dari masyarakat. Survey yang dilakukan oleh Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) menobatkan Prabowo sebagai kandidat terkuat capres 2014, yaitu dengan 28% dukungan. Berbeda dengan SSS, Jaringan Survey Indonesia (JSI) justru menempatkan Megawati diposisi teratas dan mengungguli Prabowo dengan dukungan...

Renungan Merah Putih

Sudah setengah abad lebih Indonesia eksis sebagai negara. Jutaan nyawa pun meregang demi terwujudnya Indonesia merdeka. Sebuah asa untuk lepas dari kolonialisme kini menjadi nyata. Namun kehadiran Indonesia sebagai sebuah negara merdeka ternyata tidak membawa banyak perubahan bagi kehidupan rakyatnya. Indonesia sebagai negara belum bisa mengayomi warganya. Ekonomi hanya dikuasai sekelompok orang saja dan alhasil kue pembangunan pun tidak bisa dinikmati oleh mayoritas rakyat. Sebagai rakyat Indonesia tentu kita sepakat bahwa bumi pertiwi memiliki kekayaan alam yang melimpah. Sejatinya anugerah Tuhan tersebut bisa dikelola dengan baik demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Namun fakta tidak demikian adanya, elite pemerintahan yang dipercayakan untuk mengurus negeri ini justru menggadaikannya kepada pihak asing. Isi bumi kita dikeruk oleh pihak asing, hutan dan lautan kita pun juga dijarah oleh pihak asing. Hal ini memperlihatkan bahwa kita sudah hanyut dalam gelombang kapi...

Menanti Kesatria dari Langit

Menyambut pemilu presiden (Pilpres) 2014 partai politik (Parpol) sudah mulai bersiap guna melakoni “pertarungan” merebut hati masyarakat. Nama-nama figur yang kemungkinan bakal diusung oleh partai-partai pun mulai eksis di media massa, seperti Prabowo (Partai Gerindra), Abu Rizal Bakrie (Partai Golkar), dan Surya Paloh (Partai Nasdem). Namun beberapa partai seperti Partai Demokrat, PDIP, PKS, dan PAN masih belum memunculkan tokoh-tokoh yang akan diusungnya pada Pilpres 2014 nanti. Menuju Pilpres 2014, waktu untuk mempersiapkan diri bagi partai-partai politik memang terbilang singkat. Mereka praktis hanya menyisakan kurang dari 2 tahun untuk melakukan konsolidasi guna menyiapkan calon dan strategi pemenangan Pilpres 2014 nanti. Salah strategi dan salah dalam memilih figur untuk diusung menjadi presiden akan berakibat fatal dalam upaya memenangi pemilu 2014. Ketika Parpol sibuk mempersiapkan diri, lantas bagaimana dengan rakyat yang merupakan konstituen dari partai-partai tersebut...

Apasalahnya Terdakwa Kasus Korupsi divonis Bebas?

Beberapa hari belakangan banyak kita saksikan polemik mengenai putusan bebas terdakwa kasus korupsi di beberapa pengadilan Tipikor, seperti vonis bebas yang terjadi di pengadilan Tipikor Lampung, Bandung, dan Samarinda. Beberapa kalangan menyesalkan kejadian ini dan menganggap pengadilan Tipikor tidak sejalan dengan upaya pemberantasan korupsi, sebagian lagi malah meyalahkan kehadiran pengadilan Tipikor, sistem perekrutan hakim ad-hoc yang kemudian bermuara pada judgment mengenai ketidaksiapan pengadilan Tipikor dalam menangani kasus-kasus korupsi. Polemik ini terus berkembang sampai pada perdebatan perlu tidaknya pembubaran pengadilan Tipikor. Permasalahan ini pada dasarnya dilatarbelakangi karena banyaknya putusan bebas terhadap terdakwa kasus korupsi di pengadilan Tipikor di daerah-daerah. Apabila semua terdakwa korupsi dipidanakan (tidak ada satupun yang bebas) tentu polemik ini tidak akan mengemuka. Namun yang menjadi pertanyaan penulis ...